Tags

, , , , , , , , ,


ALLAH

ALLAH (Photo credit: Acizane)

Kebimbangan akan menghancurkan kita dan kita akan berbalik dari kebenaran, tercerabut hingga akar-akarnya. Ayat ini memperingatkan kaum muslim agar tidak mempercayai mereka yang tidak beriman kepada Allah.Lauhul Mahfuzh berarti “terpelihara” (mahfuzh)

jadi segala sesuatu yang tertulis di dalamnya tidak berubah atau rusak. Dalam Alquran, ini disebut sebagai “Ummul Kitaab” (Induk Kitab), “Kitaabun Hafiidz” (Kitab Yang Memelihara atau Mencatat), “Kitaabun Maknuun” (Kitab Yang Terpelihara) atau sebagai Kitab saja. Lauhul Mahfuzh juga disebut sebagai Kitaabun Min Qabli (Kitab Ketetapan)

Allah menyatakan tentang sifat-sifat Lauhul Mahfuzh. Sifat yang pertama adalah bahwa tidak ada yang tertinggal atau terlupakan dari kitab ini

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kcuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daupun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh)”. (QS. Al An’aam, 6:59)

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.” (QS. Al An’aam, 6:38)

Qadla dan Qadar

Dan dijelaskan pula dalam kitab Al Hikam Qadla dan Qadar secara rinci, contoh hadisnya : Nabi Adam dan nabi Musa saling berdebat, maka Musa berkata: Kamu adalah Adam yang telah mengeluarkan keturunanmu dari surga. Adam berkata: Kamu adalah Musa yang Allah telah memilihmu dengan risalah dan firman-Nya, kemudian kamu mencelaku dengan perkara yang telah ditakdirkan kepadaku sebelum aku diciptakan. [Hadis Riwayat al-Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah]

Dalam peristiwa ini ketetapan Allah akan keluarnya nabi Adam di sebelum ia diciptakan disebut Qadla, dan proses keluarnya nabi Adam dari surga disebut dengan Qadar.

Ayat Al Qur an yang menjelaskan tentang qadha dan qadar;

’“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula ) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.”(QS. Al Hadid :22)

Uraian

Pada uraian diatas telah dijelaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas qadha dan qadar Allah. Tetapi manusia juga di wajibkan untuk selalu berusaha sesuai dengan kemampuannya, untuk mengubah keadaan dan nasibnya. Sebagaimana firman Allah SWT. Yang artinya :

Sesungguhnya Allah tidak mengubahkeadan suatu kaum, sehingga mereka (berusaha( nengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.(QS. Ar Radu:11)

Semoga bermanfaat,

SELAMAT MENUANAIKAN SHOLAT LAILATUL QADR

Advertisements