Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”, (QS. Al-Baqarah: 183)

Taqwa adalah gelar yang tertinggi yang dicapai oleh seorang muslim sebagai hamba Allah SWT.  kemuliaan disisi Allah tiada bandingnya dan itu hanya bisa dicapai oleh hamba-hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan setiap ibadah dengan kesungguhan hati, sifat  tawadhu yang ia miliki akan membuahkan cahaya keimanan. inilah salah satu pencapain dibulan penuh berkah dan bulan mentarbiyah diri. letih lelah dan lesu karena puasa bukan menjadi masalah karena didalam dirinya terdapat kesadaran diri akan janji Allah SWT yaitu syurga pahalanya.

Tiada hal yang sia sia jika tujuanya adalah ibadah kepada Allah , dan refleksi terhadap taqwa adalah

– Allah Maha mengetahui isi hati hambanya yaitu akan dicukupkan dan dimudahkan dari kesulitan seperti dalam Surah At-Talaq ayat2-3

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.

– Lalu Allah memberikan ketenangan jiwa, selalu memperhatikan nilai nilai ibadah tanpa harus dinilai oleh orang lain. suka menolong, suka bersedekah, dan tentunya perangai yang tercermin tampak tulus.

Imam Qurtubi mengutib pendapat Abu al Bustami bahwa orang yang bertaqwa itu, “ Orang yang apabila berkata karena Allah dan apabila berbuat dan beramal karena Allah.” Abu Sulaiman Ad- Dhardani menyebutkan: “ Orang orang yang bertaqwa adalah orang orang yang kecintaan terhadap hawa nafsunya dicabut dati hatinya oleh Allah. “ (Al-jamil li Akhamil Quran, 1/161). Sedangkan Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah menegaskan bahwa hakikat taqwa adalah taqwa hati bukan taqwa badan.” ( lihat:Ibn Qayyim al-Jauziyyah kitab al-Fawaid hal:173)

<<  Selamat menjalankan ibadah Puasa  >>

Advertisements