Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


This slideshow requires JavaScript.

 بسم الله الرحمن الرحيم

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ

Ya Allah, berkahilah kami di bulan Ramadhan.”

Marhaban Yaa Ramadhan, Ramadhan mubarakh. Umat muslim  yang menanti Ramadhan adalah mereka yang sudah mempersiapkan diri dalam menjalankan ibadah Ramadhan,ramadhan adalah bulan berkah dan seluruh amal amal ibadahnya dilipat gandakan.Orang-orang yang  berupaya mendekatkan diri  dengan Allah selalu cenderung merindukan datangnya Ramadhan.  Ramadhan adalah bulan tarbiyah fisik , spikis dan spiritual dengan harapan mencapai keridhoan Allah semata. Hikmah yang dirasakan dalam mentarbiyah diri akan timbulnya kesadaran social, cenderung menjadi insan yang pandai bersyukur, pengendalian hawa nafsu dan terciptanya regenerasi pada metabolisme tubuh sehingga dapat dapat mengurangi berbagai macam penyakit bahkan penyakit akut seperti cancer ganas dapat sembuh.

يَعْلَمُونَ ظَاهِراً مِّنَ ٱلْحَيَاةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS Ar-Ruum ayat 7)

Sebagaimana bulan ramadhan mempunyai beberapa keistimewaan dan diantaranya adalah sebagai pengingat akan kehidupan akhirat. Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahi anhu:

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Apabila tiba bulan Ramadan, pintu-pintu Surga dibuka dan pintu-pintu Neraka ditutup serta syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR Bukhary-Muslim 606)

Ingatlah wahai kaum muslimin jangan bahwasanya kehidupan haqiqi itu ada setelah kehidupan dunia sementara ini. Namun akan sangat merugi bagi mereka yang menganggap kehidupan ini hanya sampai di dunia belaka.

فَذَرْهُمْ يَخُوضُواْ وَيَلْعَبُواْ حَتَّىٰ يُلاَقُواْ يَوْمَهُمُ ٱلَّذِى يُوعَدُونَ

يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ ٱلأَجْدَاثِ سِرَاعاً كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ

“Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka, (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka.” (QS Al-Ma’arij ayat 42-44)

Hanya dengan memupuk keimanan dan ketaqwaan seorang muslim akan benar benar menjalankan ibadah puasa yang penuh berkah ini namun mereka yang enggan mengenal ilmu akan sia sia seperti yang digambarkan dalam sabda Rasulullah SAW:

” Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang sholat malam, tapi tidak mendapatkan dari sholatnya kecuali hanya begadang ” (HR Ibnu Majah)

Orang orang yang menjalankan puasa, menahan lapar, haus dan dahaga akan terkondisi  pada metabolisme tubuh yang lemah secara fisik namun akan memfocuskan terhadap energy rohani, disinilah dimulainya kepekaan refleksi diri dan lingkungan akan terrbentuk,Syariat kita mengajarkan untuk optimal atau ihsan dalam setiap ibadah. Tak terkecuali dengan ibadah puasa Ramadhan. Setiap kita diminta untuk meniti hari-hari puasa dengan penuh wara’i. Menjaganya dari segala hal yang  akan merusak nilai nilai ibadah puasa.

“Demi Allah yang jiwa Muhammad dalam genggaman-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi daripada aroma misk.” (HR Bukhary 1771)


“Selamat menunaikan ibadah puasa “

Advertisements