Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,


بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Wahai saudaraku sering kita merenung, sering kita memikirkan apa yang kejadian pada diri kita dan sering kita menyebut nama Allah dalam keadaan diam, mengeluh, mengaduh dan merintih. Merenung dalam kamus islam disebut Tafakur ( contemplation) dan keadaan memikirkan diri kita boleh dikatakan dalam bahasa universal adalah introspeksi diri ( self reflection demikian juga ketika menyebut nama Allah merintih mengaduh didalam al-Quran adalah dzikir ( remembering), Kita diciptakan Allah di dunia ini tidak lain hanyalah mengabdi kepada Allah Subhanallah Wa Ta’ala dalam firmanya :

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyaat:56)

Apa tujuan hidup kamu?Sebuah perbincangan ringan namun memerlukan jawaban tegas komitmen dan implementasi terhadap perjalanan hidup kita lahir maupun bathin. Kita memmpunyai
tujuan hidup pasti tidak boleh tidak. Ibadah dengan sesungguhnya dalam arti tidak akan mencapai kebahagiaan, kemuliaan, kecuali dengan keikhlasan ububiyah dihadapan Allah yang Maha sempurna, manusia mulia yang dapat merendahkan dirinya dihadapan Allah SWT, bukan menjadikan dirinya kesombongan, congkak, ingin menonjol dan segala hal kecenderungan hanyalah duniawi saja,  dan ibadah hanyaah sebagai topeng belaka, inilah yang akan merusak nilai tujuan hidup haqiqi.

وَلاَ عَلَى ٱلَّذِينَ إِذَا مَآ أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لاَأَجِدُ مَآ أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَٱلدَّمْعِ حَزَناً أَلاَّ يَجِدُواْ مَا يُنْفِقُونَ

“Dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu.” lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan”[654]  (QS.At-Taubah:92)

[654] Maksudnya: mereka bersedih hati karena tidak mempunyai harta yang akan dibelanjakan dan kendaraan untuk membawa mereka pergi berperang.

Kaum muslimin yang mempunyai ruh seperti inilah terdapat roja’, jiwa yang ububiyah dan ikhlas karena Allah semata tujuanya.

Tujuan hidup dapat dibedakan antara lain:

1.Tujuan vertical Allah berfirman:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ وَٱللَّهُ رَؤُوفٌ بِٱلْعِبَادِ

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (QS.Al-Baqarah: 207)

2. Tujuan horizontal Allah berfirman:

وَمَآأَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiyaa:107)

3.Tujuan secara lingkungan Allah berfirman:

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلأَرْضَ فِرَاشاً وَٱلسَّمَاءَ بِنَآءً وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ ٱلثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ فَلاَتَجْعَلُواْ لِلَّهِ أَندَاداً وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan
sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui . (30) yaitu segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

4. Tujuan anggota keluarga Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوۤاْ إِلَيْهَاوَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِى ذٰلِكَ َلآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.  (QS. Ar-Ruum: 21)

5. Tujuan hidup warga dunia Allah berfirman:

وَٱبْتَغِ فِيمَآ آتَاكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلآخِرَةَ وَلاَ تَنسَنَ صِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ وَلاَتَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلأَرْضِ إِنَّ ٱللَّهَ لاَ يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.( QS.Qashash: 77)

6. Tujuan untuk semesta alam
Allah berfirman:

وَمَآأَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.(QS.Al-Anbiya:107)

Manusia diturunkan ke bumi ini sebagai khalifah:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْأَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّيۤ أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(QS.Al-Baqarah:30)

Dan tugas memikul tanggung jawab kepada alam raya:

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَاوَاتِ وَٱلأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَاٱلإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.(QS.Al-Ahzab:72)

[1233]. Yang dimaksud dengan amanat di sini iyalah tugas-tugas keagamaan.

Muhasabah diri perlu kita lakukan untuk bersungguh-sungguh beribadah kepadaa Allah SWT konsekwensi kita sebagai khalifah di bumi Allah. Kewajiban kita menjaga amal secara lahir bathin, ikhlas untuk memurnikan loyalitas pengabdian.

Semoga ini akan menjadi renungan kita bersama, saling memberi nasihat agar tujuan hidup menjadi benar dan kafah. amiin

             Can I cry ? (qalbunsalima.wordpress.com)

Advertisements