Tags

, , ,


Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam atas Rasul yang paling mulia serta seluruh keluarga dan sahabatnya.
Sesungguhnya salah satu pokok rukun iman yang enam adalah beriman kepada hari akhir. Seorang manusia tidak disebut mukmin sebelum ia beriman kepada apa yang terkandung dalam al Qur’an dan sunah Rasul yang benar yang berkaitan dengan hari akhir. Mengetahui adanya hari dan senantiasa mengingatnya sangatlah penting. karena akan memberikan pengaruh yang besar terhadap kebaikan jiwa manusia, ketaqwaan, dan komitmenya terhadap agama. tidak ada yang membuat hati keras dan memberanikan orang berbuat maksiat dari pada kelalaian mengingat hari kiamat, kengerian, dan kedahsyatanya. seperti yang digambarkan Allah dalam firmanya:
” Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban” ( QS. al-Muzammil:17)
” Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu; Sesungguuhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar ( dahsyat). ( Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah segala kandungan wanita yang hamil. dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.” ( QS. al-Hajj:2)
Kematian
Kematian adalah akhir dari kehidupan setiap makhluk yang bernyawa didunia. Allah SWT berfirman:
” Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati…” (QS. Ali Imran:185)
” Semua yang ada di bumi itu akan binasa.” (QS. ar-Rahman:26)
” Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati(pula). “(QS. az-Zumar:30)
Tidak ada manusia yang kekal di dunia ini.
Allah SWT berfirman:
” Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal.?” (QS. al-Anbiya:34)
1. Kematian adalah sesuatu yang pasti dan tidak dapat diragukan, namun banyak orang yang lalai darinya. seorang muslim hendaklah senantiasa mengingatnya dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya, ia juga dituntut mempersiapkan bekal di dunia ini untuk kehidupan di akhirat kelak dengan amlan yang baik, sebelum kesempatan berlalu. Rasulullah SAW. bersabda:
” Manfaatkan lima hal sebelum datangnya yang lima: hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, masa mudamu sebelum tuamu, dan masa kayamu sebelum masa miskinmujal manusia adalah misteri yang tidak seorangpun mengetahuinya selain Allah saja. Tidak ada seorangpun yang tahu kapan dan dimana ia akan mati, karena hal itu merupakan sesuatu yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah.
3. Bila kematian telah tiba, maka ia tak dapat ditolak, ditunda, atau dihindari. Allah SWT berfirman:
” Tiap-tiap umat mempunyai waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkanya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mamajukanya.” (QS.al-A’raf:34)
4. Jika seorang mukmin meninggal, malaikat pencabut nyawa datang dengan rupa yang menawan dan aroma yang harum, serta para malaikat rahmat hadir membawa berita gembira tentang syurga.
Allah berfirman:
” Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Rabb kami iyalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka ( dengan mengatakan ” Janganlah kamu merasa sedih: dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat:30)
Sedangkan jika seorang kafir meninggal, malaikat pencabut nyawa datang dengan rupa yang buruk lagi menakutkan, serta para malaikat azab hadir membawa berita buruk tentang neraka.
Allah berfirman:
“…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tanganya, (sambilberkata) : “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang menghinakan. (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri dari ayat-ayat-Nya.” (QS.al-An’am:93)
Bila kematian telah tiba, tersingkaplah hakikat kebenaran, dan menjadi jelaslah segala sesuatu bagi manusia.
Allah berfirman:
” (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ” Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia),agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan diahadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. al-Mukminun:99-100)
Bila kematian telah tiba, orang kafir dan pelaku maksiat akan berharap kembali hidup agar bisa beramal baik, namun penyesalan sudah tidak berguna setelah tidak ada lagi kesempatan untuk beramal.
Allah SWT. berfirman:
“… dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)” (QS.asy-Syura:44)
5. Merupakan rahmat Allah kepada hamba-Nya, barangsiapa yang di akhir hayatnya mengucapkan kalimat la ilaha illalah akan masuk syurga.” (HR. Abu Daud)
hal ini disebabkan karena saat manusia dalam kondisi yang amat sulit, ia tidak mungkin mengucapkan kalimat tauhid kecuali dengan penuh keikhlasan. Sedangkan orang yang tidak ikhlas, pada saat itu akan lalai karena menghadapi sakaratul maut yang sangat berat. Oleh karena itu, disunahkan mengajarkan kalimat tauhid kepada orang yang sedang menghadapi kematian.
Kubur
Rasulullah SAW bersabda:
” Sesungguhnya jika seorang hamba dimasukan kedalam kubur dan para pengiringnya telah pergi, ia akan mendengar langkah mereka. Rasulullah bersabda:
” Dua orang malaikat datang dan berkata,” Apa yang dulu engkau katakn tentang laki-laki ini.? ia berkata, “Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah bersabda,” Rasulullah bersabda, “Dikatakan kepadanya,” Lihatlah tempat dudukmu dineraka, Allah telah menggantinya dengan tempat duduk disyurga.” Rasulullah bersabda,” Lalu ia melihat syurga dan neraka. Sedangkan orang kafir dan munafik akan ditanya, “Apa yang dulu engkau katakan tentang laki-laki ini?” ia berkata, “Aku tidak tahu, aku berkata seperti yang dikatakan manusia.”
Dikatakan kepadanya, “Engkau tidak tahu dan tidak membaca.” Lalu ia dipukul dengan palu dari besi dengan sekali pukulan sampai ia menjerit, dan jeritanya terdengar oleh yang berada didekatnya kecuali oleh jin dan manusia.” (HR. Thirmizi)
Kemudian ruh kedalam jasad didlam kubur merupakan perkara akhirat yang tidak apat dipahami oleh nalar manusia didunia. Seluruh kaum muslimin sepakat bahwa manusia akan memperoleh kenikmatan didlam kuburnya jika ia seorang yang berhak meperolehnya. Atau, ia akan disiksa jika ia seorang yang berhak mendapatkannya, selama Allah tidak mengampuninya.
Allah SWT, berfirman:
“Kepada mereka ditampakan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat (Dikatakan kepada malaikat) “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya kedalam azab yang sangat kera.” (QS. al-Mukmin:46)
Rasulullah bersabda SAW :
” Berlindunglah kepada Allah dari siksa kubur.” (HR.Abu Daud)
Akal pikiran tidak mengingkari adanya siksa kubur, karena manusia bisa menyaksikan fenomena yang hampir sama denganya di dalam kehidupan ini. Misalnya, orang yang sedang tidur bisa merasakan dirinya disiksa dengan hebat, ia menjerit memohon pertolongan tetapi orang yang berada disampingnya tidak merasakan hal itu, Kematian jelas sangat berbeda dengan tidur. Siksa kubur diraskan oleh tubuh dan ruh juga. Rasulullah SAW bersabda:
“Kubur adalah persinggahan pertama negri akhirat, barangsiapa yang dapat selamat darinya maka apa yang akan dijumpai setelahnya lebih ringan, dan barang siapa yang tidak dapat selamat darinya maka apa yang akan dijumpai setelahnya lebih mengerikan.” (HR.Thirmizi)
Hendaknya seorang muslim senantiasa berlindung kepada Allah dari siksa kubur, terutama sebelum mengucapkan salam dalam shalat. Dan, hendaknya dia berusaha menjauhkan diri dari dosa-dosa yang menjadi sebab utama dari siksa kubur. Siksa ini disebut dengan siksa kubur karena sebagian besar manusia akan dimaukan kedalam kubur. Walau demikian, orang yang mati tenggelam, terbakar, dan diterkam binatang buas juga akan mengalami siksa di alam barzakh.
Jenis siksa kubur beraneka ragam: ada yang dipukul dengan palu yang terbuat dari besi atau yang lainya, ada yang kuburnya dijadikan gelap gulita lalu dihamparkan baginya hamparan neraka dan dibukakan pintunya, dan ada pula yang amal buruknya diperlihatkan seperti manusia buruk rupa dan berpakaian jelek yang duduk didlam kubur bersamanya.
Siksa kubur akan terus ditimpakan terhadap orang kafir dan munafik. sedangkan orang mukmin yang melakukan dosa akan disiksa sesuai dengan dosa yang ia lakukan. bahkan bisa dihentikan siksanya. Seorang mukmin akan memperoleh kenikmatann didalam kubur, yaitu dengan dilapangkan kuburnya, disinari cahaya yang terang, dibukakan baginya pintu syurga hingga angin syurga dan aromanya menghembus ke dalam kuburnya, dan akan dibentangkan hamparan syurga. Sedang amalnya digamabrkan seperti seorang laki-laki tampan yang menemaninya di dalam kubur.
Hari kiamat dan tanda-tandanya.
1. Allah tidak menciptakan alam raya ini kekal selamanya, tetapi suatu hari pasti akan berakhir. Itulah yang disebut dengan hari kiamat yang pasti terjadi, tanpa ada keraguan. Allah SWT berfirman:
” Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tiada keraguan tentangnya…” (QS. al-Mukmin:59)
“Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari kiamat berbangkit itu tidak akan datang kepada kami.” Katakanlah: “Pasti datang…” (QS.Saba:3)
Hari kiamat itu dekat sebagaimana firman Allah SWT:
“Telah dekat(datangnya)saat itu…” (QS.Qamar:1)
“Telah dekat kepada manusia hari menghisap segala amalan mereka, sedng mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS. al-Anbiya:1)
Dekatnya hari kiamat bukan diukur dengan ukuran biasa yang dikenal manusia. tetapi berdasarkan ilmu Allah dan lamanya usia perjalanan dunia. Pengetahuan tentang hari kiamat merupakan hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah. dan tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang diberitahukan tentang peristiwa hari itu.
Allah SWT berfirman:
“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah kamu hai (Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah waktunya.” (QS. al-Ahzab:63)
Rasulullah SAW telah menyebutkan beberapa tanda yang menunjukan dekatnya hari kiamat. Dianatara lain:
Keluarnya Dajjal. Keluarnya Dajjal merupakan fitnah atau ujian besar bagi manusia, dimana Allah memberikan kemampuan kepadanya melakukan hal-hal yang membuat manusia terpedaya denganya, yaitu ia mampu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, tanah untuk menembuhkan rumput, menghidupkan orang yang telah mati, dan peristiwa lain diluar hukum alam. Dan Rasulullah SAW menggambarkan bahwa Dajjal itu bermata sebelah yang datang dengan membawa perumpamaan syurga sebenarnya adalah neraka, dan yang ia katakan neraka sebenarnya adalah syurga. Dajjal tinggal di bumi selama empat puluh hari, sehari pertama seperti setahun, lalu sehari kedua seperti sebulan, lalu sehari ketiga seperti seminggu. Dan hari -hari berikutnya seperti hari-hari biasa. Tidak ada satu tempat dimuka bumi yang tidak disinggahi Dajjal, kecuali Mekkah dan Madinah.
Turnya Isa bin Maryam diatas menara putih disebelah timur kota Damaskus pada waktu subuh. Ia shalat bersama manusia lalu mencari Dajjal dan membunuhnya.
Terbitnya matahari dari ufuk barat. Ketika manusia melihatnya, mereka sangat takut lalu beriman, namun pada waktu itu, iman sudah tidak lagi berguna, Dan, masih banyak tanda-tanda lain yang tidak disebutkan disini.
2. Hari kiamat tidak akan datang kecuali kepadm hari kiamat tiba, Allah mengirim angin beraroma wangi yang mencabut seluruh ruh orang-orang yang beriman.
Jika Allah hendak membinasakan seluruh makhluk-Nya dan mengakhiri kehidupan dunia, maka Dia memerintahkan kepada malaikat-Nya untuk meniupkan sangkakala ( sejenis tanduk hewan yang besar). lalu semua makhluk mati ketika mendengarnya.
Allah SWT berfirman:
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang dilangit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah…”( QS.az-Zumar:68)
3. Seluruh tubuh manusia akan hancur dan dimakan bumi, kecuali tulang bagian bawah punggung(tulang ekor). Sedangkan tubuh para nabi dan syuhada tidak dimakan bumi. ( Setelah semuanya mati), Allah menurunkan hujan dan tubuh-tubuh(yang telah hancur) bangun kembali. Dan, jika Allah ingin menghidupkan manusia maka Dia hidupkan Israfil, malaikat yang bertugas meniup sangkakala, lalu ia pun meniupkan sangkakala yang kedua kalinya dan Allah menghidupkan seluruh makhluk-Nya. Lalu, manusia bangkit dari kuburnya seperti pertama kali Allah ciptakan, dalam keadaan tidak beralaskan kaki, telanjang, dan tidak berkhitan.
Allah SWT berfirman:
” Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.” (QS. Yasin:51)
“(Yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dngan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), dalam keadaan mereka menekurkan pandanganya(serta) diliputi kehinaan, Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka.” (QS. al-Ma’arij:43-44)
Orang pertama keluar dari bumi adalah nabi kita Muhammad SAW. sebagaimana yang beliau jelaskan sendiri. Lalu, manusia ddigiring ke padang Mahsyar, yaitu tanah lapang yang membentang luas, sedang orang-orang kafir akan berjalan diatas wajah mereka. Rasulullah SAW pernah ditanya, “Bagaimana mereka berjalan diatas wajah mereka?” Rasulullah SAW menjawab, “Sesungguhnya Dzat yang memperjalankan mereka diatas wajah mereka. Dan orang yang berpaling dari mengingat Allah akan dikumpulkan dalam keadaan buta. Kemudian, matahari akan begitu dekat dengan seluruh makhluk, dan setiap orang sangat ditentukan oleh amalanya dalam sedikit banyaknya keringat yang akan menenggelamkanya. (Dalam artian, semakin sedikit amal maka semakin tinggi keringat yang membenamkanya). Ada orang yang tetesan keringatnya sampai kedua mata kaki, ada yang sampai ke pinggang, ada yang menutupi seluruh tubuhnya, dan ada yang mendapat naungan dari Allah pada saat tidak ada naungan selain naungan-Nya.”
Rassulullah SAW bersabda:
“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, adalah pemimpin yang adil, remaja yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah.” seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita cantik dan berkedudukan lalu ia berkata. “Aku takut kepada Allah.” seorang laki-laki yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kananya. dan seorang yang mengingat Allah dalam kesunyian hingga air matanya mengalir.” (HR.Muslim)
Dan semua itu tidak dikhususkan bagi kaum laki-laki saja, akan tetapi kaum wanitapun akan dihisap sesuai dengan amalanya. Jika amalanya baik maka ia akan mendapatkan balasan yang baik, dan jika amalanya buruk maka ia akan mendapatkan balasan yang buruk pula. Ia sama dengan laki-laki dalam maslah hisab dan balasan.
Pada hari itu, rasa dahaga sangat dirasakan oleh manusia, dimana sehari sma dengan lima puluh ribu tahun lamanya. Namun, orang yang beriman akan cepat melalui hari itu seperti melaksanakan shlat jamaah. Kaum muslimin akan mendatangi telaga Rasulullah SAW untuk meminum darinya. tetapi ini adalah kemuliaan besar yang hanya dimiliki oleh nabi Muhammad SAW, yang akan diminum oelh seluruh umatnya. Airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, aromanya lebih harum dari minyak kesturi, dan wadahnya adalah bintang-bintang dari langit. Orang yang meminumnya tidak akan merasakan dahaga selamanya.
Dan, manusia akan berdiam dipadang Mahsyar dalam kurun waktu yang lama sambil menantikan putusan Allah dan perhitungan amal. Ketika manusia berdiam di padang Mahsyar dan menantikan putusan Allah sambil merasakan panasnya matahari, mereka mencari orang yang dapat menolong mereka. Mereka datang kepada Adam( meminta pertolongan), namun Adam tidak mampu, lalu datang kepada nabi Nuh dan nabi Nuh pun tidak mampu, lalu datang kepada nabi Ibrahim, lalu nabi Musa, lalu nabi Isa, namun semuanya tudak mampu memberi pertolongan. Akhirnya, mereka datang kepada Rasulullah SAW dan beliau sujud dibawah Arasy dan memulai ucapanya dengan memuji Allah.
Dikatakan kepada Rasulullah SAW, Hai Muhammad! Angkatlah kepalamu, mintalah, maka Engkau akan diberi, dan berilah syafaatmu, niscaya akan diterima.” Lalu,Allah mengijinkan Rasulullah SAW memberi syafaat, memutuskan mereka, dan memperhitungkan amal mereka. Dan, umat Rasulullah SAW adalah yang pertama yang dihisab.
Amal pertama yang akan dihisab adalah shalat, jika shalat seseorang baik dan diterima, akan dilihat amalan-amalanya yang lain. Namun, jika shalatnya buruk dan ditolak, semua amalanya akan ditolak. Manusia akan ditanya tentang lima hal: Bagimana ia menghabiskan usianya?Bagaimana ia mengisi masa mudanya?, Dari mana ia memperoleh hartanya? dan bagaimana membelanjakanya? dan Bagaimana ia mengamalkan ilmunya? Sedangkan perkara yang pertama akan diputuskan diantara manusia adalah perkara yang menyangkut darah (jiwa manusia). Dan pada hari itu, qishas (balasan yang setimpal) akan terjadi dengan kebaikan dan keburukan. Maka, kebaikan seorang manusia akan diambil dan diberikan kepada lawanya ( yang dizalimi). Jika kebaikan habis maka keburukan lawanya akan ditimpakan kepadanya.
Shirat (jembatan di atas neraka jahanam yang lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang) dibentangkan, lalu manusia melewatinya sesuai dengan amal mereka. Ada yang melewatinya secepat pandangan mata, ada yang melewatinya secepat hembusan angin, ada yang melewatinya secepat lari kuda yang terbaik, dan ada yang melewatinya dengan merangkak. Di atas shirat terdapat besi yang bengkok ujungnya ( besi berkail, atau gincu), setiap manusia yang lewat akan digaet dan dilemparkan keneraka jahanam. lalu, orang-orang kafir berjatuhan, begitu juga para pelaku dosa dari kalangan kaum beriman. Namun, ornag-orang kafir akan kekal dineraka, sedangkan para pelaku dosa dari kalangan orang-orang yang beriman akan mendapatkan siksa dari Allah sesuai kehendak-Nya. lalu dikeluarkan dari neraka. Allah mengijinkan kepada para nabi dan rasul yang dikehendaki untk memberi syafaat kepada sebagian kaum beriman untuk keluar dari neraka, sehingga Allah mengeluarkan mereka dari dalam neraka. Penghuni surga yang melewati shirat akan berhenti diatas jembatan antara surga dan neraka untuk mendapatkan balasan dari sebagianya. Seseorang yang telah berbuat zalim kepada sesama saudaranya, tidak akan masuk syurga sampai ia mendapat balasan dari orang yang ia zalimi, dan hatinya telah rela terhadap saudaranya.
Setelah penghuni surga masuk kedalam surga dan penghuni neraka masuk kedalam neraka, lalu dihadirkan kepada mereka kematian dalam rupa domba jantan yang disembelih diantara surga dan neraka. dan semua penghuni surga dan neraka menyaksikanya. Lalu, disampaikan ( kepada penghhuni syurga). “Wahai penghuni surga! Engkau kekal selamanya, tidak akan mati.” Dan kepada penghuni neraka dikatakan, “Wahai penghuni neraka! Engkau kekal selamanya, tidak akan mati.” Andaikan ada orang yang mati karena rasa senangnya, maka penghuni syurga akan mati karena rasa senangnya, dan jika ada orang yang mati karena sedih, maka penghuni neraka akan mati karena kesedihanya.

Neraka dan siksanya
Allah SWT. berfirman:
“…Peliharalah dirimu dari nerka yang bahan abkarnya adalah manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir.” ( QS.al-Baqarah:24)
Rasulullah SAW bersabda:
” Api yang kalian pakai membakar (di dunia ini), hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka Jahanam. Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah! Demi Allah, sesungguhnya api neraka Jahanam itu dilebihkan enam puluh sembilan bagian, dan setiap bagian memiliki panas yang sama.” ( HR. Bukhari dan Muslim)
Neraka memiliki tujuh tingkatan dan setiap tingkatan lebih panas dari yang lain. Untuk tiap-tiap tingkatan terdapat penghuninya sesuai dengan perbuatan manusia, dan tempat orang-orang munafik berada paling bawah dari neraka yang merupakan tingkatan paling berat siksanya. Siksa bagi orang-orang kafir tidak pernah berhenti, tiap kali mereka terbakar dikembalikan lagi seperti semula untuk mendapatkan siksaan yang lebih berat.
Allah SWT berfirman:
“….Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan yang lain, supaya mereka merasakan azab…” (QS. an-Nisa’:56)
“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.” (QS. Fathir:36)
Orang-orang kafir dibelenggu didalam neraka, dan leher mereka diikatkan dengan belenggu besi. Allah SWT berfirman:
“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.” ( QS.Ibrahim:49-50)
Makanan penghuni neraka adlah buah zakhum. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya pohon zakhum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih didalam perut. seperti mendidihnya air yang sangat panas.” (QS. ad-Dukhan:43-45)
Rasulullah SAW bersabda:
“Seandainya setetes dari bnuah Zakhum itu menetes kedunia, niscaya dapat menghancurkan sumber kehidupan manusia di dunia ini, lalu bagaimana dengan orang yang memakanya.” (HR.Tirmizi)
Dijelaskan tentang kengerian siksa neraka dan besarnya nikmat syurga, sebagaimana tertulis dalam Shahih Muslim dari Rasulullah SAW bahwa orang kafir yang telah memperoleh kenikmatan terbesar di dunia akan ditenggelamkan ke dalam neraka lalu ditanya, ” Apakah engkau pernah memperoleh kenikmatan didunia?” Ia menjawab, “Saya tidak pernah memperolehnya sedikit pun.”
Semua kenikmatan dunia telah dilupakanya hanya dengan sekali ditenggelamkan ke dalam neraka. Demikian juga, orang-orang beriman yang telah mendapatkan kesengsaraan di dunia akan dimasukan ke dalam surga lalu ditanya, “Pernahkah engkau mendapatkan kesengsaraan di dunia? ia menjawab, “Saya belum pernah mendapatkanya sedikitpun.” Semua kesengsaraan yang didapatnya di dunia telah ia lupakan dengan dimasukanya kedalam surga.
Sifat surga
Surga adalah tempat yang kekal dan merupakan kemuliaan bagi hamba-hamba Allah yang baik. Kenikmatan yang ada di dalamnya tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam pikiran manusia. Allah SWT berfirman:
“SEorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadpa apa yang mereka kerjakan.” (QS.as-Sajadah:17)
Surga memiliki tingkatan yang berbeda, dan setiap tingkatan dihuni oleh kaum mukminin sesuai dengan amalan mereka.
Allah SWT berfirman:
” Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Mujadilah:11)
Di dalam surga, para penghuninya akan memakan dan meminum apa saja yang merekaa inginkan. Di dalamnya, terdapat sungai dari air yang tidak akan berubah rasa dan baunya, sungai dari air susu yang tidak pernah berubah rasanya, sungai dari madu murni, dan sungai dari khamer yang melezatkan bagi orang-orang yang meminumnya. Dan, khamer di dalam surga ini bukanlah khamer yang ada di dunia. Allah SWT. berfirman:
“Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamer dari sungai yang mengalir. (Warnanya) putih bersih. sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamer itu alkhohol, dan mereka tiada mabuk karenanya.” (QS. ash-Shaffat:45-47)
Di dalamnya mereka menikah dengan para bidadari. Rasulullah SAW bersabda:
“Seandainya seorang bidadari dari penghuni surga menampakan diri kepada penduduk bumi. niscaya dia akan menyinari apa yang ada diantara langit dan bumi. dan akan memenuhinya dengan aroma wangi.”
Sedang kenimatan bagi para penghuni surga yang paling besar adalah melihat Allah SWT. Dan, mereka di dalam surga tidak pernah kencing, berak, beringus dan meludah. Sisir-sisr mereka terbuat dari emas, dan keringatnya terbuat dari minyak kesturi. Kenikmatan mereka ini akan kekal selamanya, tidak terhenti dan tidak berkurang. Rasulullah SAW bersabda:
” Barangsiapa yang masuk surga maka dia akan merasa senang, tidak akan menderita, dan tidak akan binasa. Dan bagian bagi para penghuni surga yang paling rendah (derajadnya). yaitu orang yang terakhir kali keluar dari neraka lalu msuk surga, itu lebih baik sepuluh kali lipat daripada dunia dan seisinya.”
Wasalallahi wasalam wabarik ala nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi aj’main.
refrensi kitab dari aljaliat zulfi Saudi Arabia

semoga bermanfaat

Advertisements