Tags


“Laa ilaa ha illa anta subhaa naka inni kun tu minad dholimin”
( Qur an Surat Al Anbiya’ : 87)
artinya :
Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menganiaya diri sendiri
Bumi pertiwi kembali diguncang oleh meletusnya gunung Merapi pada hari rabu dini hari, Apakah benar musibah alam yang merundung di bumi kita semata-mata karena fenomena alam? Banyak dari mereka yang berspekulasi atas kejadian ini, dan para pakar memberikan jawabanya dengan teori akademisnya sesuai dengan teori yang mereka pelajari, sebagai Muslim yang taat kita seyogyanya bertanya kepada Rabbul alamin, kenapa Allah menurunkan musibah? Apakah kita telah melalaikan dan meninggalkan Tuhanya dan membiarkan kemaksiatan dimana-mana? Tidak akan ada musibah dan bencana jika penduduknya beriman dan bertaqwa. Semua sudah tersurat dalam Kitab-Nya di Lauh Mahfuzh
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,” (QS. Al Hadid 57 : 22-23)
”Tak ada satu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuzh),” (QS Al-Israa’: 58).
Sesungguhnya di balik musibah itu terdapat hikmah dan pelajaran yang banyak bagi mereka yang bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah yang telah mentakdirkan itu semua untuk hamba-Nya, diantara hikmah yang bisa kita petik antara lain adalah:

1. Ujian keimanan
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk..” ( QS Al Baqarah 2 : 155 – 157 )
Dari Shuhaib radhiyaullohu anhu dia berkata : telah bersabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam : “sungguh menakjubkan urusan orang mu’min itu, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Jika dia mendapatkan kegembiraan maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya dan jika ia mendapatkan kesusahan maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” ( HSR. Muslim )
2. Mendapatkan pahala di akhirat kelak
Penderitaan di dunia akan terbalaskan kelak di akhirat dengan kenikmatan yang tak terhingga, Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, ”Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.”
Dan dalam hadits lain disebutkan, ”Kematian adalah hiburan bagi orang beriman.” (HR .Ibnu Abi ad Dunya dengan sanad hasan).

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy Syuro 42 : 30 )
3. Sebagai ukuran kesabaran seorang hamba
Seandainya tidak ada ujian maka kita tidak akan dapat mengetahui tingkat kesabaran kita. Dan akan muncullah kebaikan-kebaikan menyertainya.
Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan sebuah hadits secara marfu’,
“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Barang siapa yang ridha atas cobaan tersebut maka dia mendapat keridhaan Allah dan barang siapa yang berkeluh kesah (marah) maka ia akan mendapat murka Allah.”
4. Sebagai lading amal sholeh
Sesungguhnya Abdulloh bin Umar radhiyallohu ‘anhu, mengabarkan bahwasanya Rasululloh shallalahu ‘alaihi wa sallam, bersabda : “orang muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak akan menzhalimi dan menyerahkannya pada musuh. Barangsiapa berada dalam kebutuhan saudaranya yang muslim maka Alloh akan memenuhi hajatnya. Dan barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan saudaranya yang muslim maka Alloh akan hilangkan satu kesulitan di hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutup aib seorang muslim maka Alloh akan menutup aibnya di hari kiamat “ (HSR. Muttafaq ‘alaih )
Dari Abdullah bin Amr dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, ”Tidak seorangpun yang ditimpa bala pada jasadnya melainkan Allah memerintah-kan kepada para malaikat untuk menjaganya, Allah berfirman kepada malaikat itu, “Tulislah untuk hamba-Ku siang dan malam amal shaleh yang (biasa) ia kerjakan selama ia masih dalam perjanjian denganKu.” (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya)

Mengambil himah dari musibah maka semakin besar musibah yang menimpa kita, jika kita sikapi dengan penuh keikhlasan dan benar maka insyaAlloh Alloh akan memberikan balasan kebaikan bagi kita.
Rasululloh shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“ Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Alloh mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho, maka baginya keridhoan Alloh itu dan barangsiapa yang murka (mencaci dan tidak ridho dalam menghadapi ujian) maka baginya kemurkaan Alloh “ ( HR. Tirmidzi, dengan derajat hasan. Lihat. Silsilah Ash-shohiihah Syaikh Albani no 146 ).
5. Allah menghendaki kebaikan
Dari Abu Hurairah secara marfu’ bahwa Rasulullah bersabda,
”Barang siapa yang dikehen-daki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR al Bukhari). Seorang mukmin meskipun hidupnya sarat dengan ujian dan musibah namun hati dan jiwanya tetap sehat.

Wallahu ‘alam bi shawwab

Advertisements